Setelah dua hari berjalan dalam mengajari bunga ngaji, kemarin saya berdiskusi dengan Suami tentang proses belajar bunga. Suami senang dengan sikap anak kami yang bisa menghibur bayi bunga, bermain bareng dengan balita bunga, dan tidak rewel saat bundanya mengajari bunga. Suami mengapresiasi anak kami dengan pujian langsung ke anak kami dan memeluknya. Anak kami pun memberi respon, sepertinya dia tahu kalau ayahnya memberi apresiasi karena dia telah bersikap baik dan bisa diajak kerja sama :)
Saya pun menceritakan metode pengajaran saya ke bunga dan suami memberikan saran dan masukannya. Dan seperti yang Suami sarankan, saya pun memperbaiki cara mengajar saya ke bunga kemarin.
#TantanganHariKe7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Rabu, 05 April 2017
Selasa, 04 April 2017
Our Family Project _ Hari ke 6
Kemarin adalah hari kedua bunga belajar Ngaji. Seperti biasa sebelum bunga dan 2 balitanya datang, saya dan anak saya mulai mengangkat mainan-mainan ke ruang tamu. Saya senang sekali karena anak kami antusias membantu.
Hari kedua terbilang lancar dan kondusif karena si bayi bunga sibuk bermain dan ketika si bayi mulai merengek, anak kami memberinya mainan, mungkin maksudnya agar diam :) tak jarang juga anak kami mengajak bayi bunga berinteraksi.
Sejam sudah bunga belajar dan waktunya mereka pulang. Seusai mereka pulang, saya dan anak kami membereskan mainan dan mengangkat kembali ke kamar belakang agar ruang tamu terlihat bersih ketika Suami pulang kantor :)
#TantanganHariKe6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Hari kedua terbilang lancar dan kondusif karena si bayi bunga sibuk bermain dan ketika si bayi mulai merengek, anak kami memberinya mainan, mungkin maksudnya agar diam :) tak jarang juga anak kami mengajak bayi bunga berinteraksi.
Sejam sudah bunga belajar dan waktunya mereka pulang. Seusai mereka pulang, saya dan anak kami membereskan mainan dan mengangkat kembali ke kamar belakang agar ruang tamu terlihat bersih ketika Suami pulang kantor :)
#TantanganHariKe6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
bunda sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My family my team
Senin, 03 April 2017
Our Family Project _ Hari ke 5
Dua hari ini saya tidak menulis kan report mengenai family project kami karena tidak ada persiapan khusus lagi terkait hal ini. Dan kemarin adalah hari pertama bunga belajar Ngaji. Pada pagi hari saya bilang ke anak kami, "nanti setelah Dhuhur ayo angkat-angkat mainan ke ruang tamu ya nak". Anak kami pun mengangguk-angguk senang.
Adzan Dhuhur pun berkumandang, saya pun segera Sholat. Seusai Sholat, saya mengajak anak kami untuk mulai angkat-angkat mainan ke ruang tamu. Anak kami pun antusias sekali :)
Siang hari mendung di sekita rumah kami, tidak lama kemudian hujan deras mengguyur daerah kami tapi Masya Allah hujan deras tidak menyurutkan niat bunga untuk belajar Ngaji. Sambil gendong dan menuntut anaknya serta membawa payung, bunga datang ke rumah kami.
Saya pun mulai meminta bunga untuk membaca bukunya. Bayinya bunga duduk di sebelah bunga sambil saya kasih banyak mainan dan balitanya bunga bermain dengan anak kami.
Setengah jam sejak bunga membaca bukunya, bayi bunga menangis dan merengek-rengek. Saya melihat anak kami berusaha menenangkannya (sudah pandai jadi kakak pikir saya, hehe). Kemudian si bayi agak tenang namun beberapa menit kemudian, si bayi ngerengek, sepertinya ngantuk. Alhasil kami menutup sesi belajar ngaji hari itu karena kondisinya sudah tidak kondusif (si bayi menangis).
Alhamdulillah bunga semangat untuk belajar Ngaji, dengan bilang "besok belajar lagi ya mom". Dan dengan semangat juga saya bilang "Ok".
#TantanganHariKe5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Adzan Dhuhur pun berkumandang, saya pun segera Sholat. Seusai Sholat, saya mengajak anak kami untuk mulai angkat-angkat mainan ke ruang tamu. Anak kami pun antusias sekali :)
Siang hari mendung di sekita rumah kami, tidak lama kemudian hujan deras mengguyur daerah kami tapi Masya Allah hujan deras tidak menyurutkan niat bunga untuk belajar Ngaji. Sambil gendong dan menuntut anaknya serta membawa payung, bunga datang ke rumah kami.
Saya pun mulai meminta bunga untuk membaca bukunya. Bayinya bunga duduk di sebelah bunga sambil saya kasih banyak mainan dan balitanya bunga bermain dengan anak kami.
Setengah jam sejak bunga membaca bukunya, bayi bunga menangis dan merengek-rengek. Saya melihat anak kami berusaha menenangkannya (sudah pandai jadi kakak pikir saya, hehe). Kemudian si bayi agak tenang namun beberapa menit kemudian, si bayi ngerengek, sepertinya ngantuk. Alhasil kami menutup sesi belajar ngaji hari itu karena kondisinya sudah tidak kondusif (si bayi menangis).
Alhamdulillah bunga semangat untuk belajar Ngaji, dengan bilang "besok belajar lagi ya mom". Dan dengan semangat juga saya bilang "Ok".
#TantanganHariKe5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
bunda sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My family my team
Jumat, 31 Maret 2017
Tips Tinggal dengan Mertua
Saya mempunyai grup dimana isinya teman-teman dan senior SMA yang mempunyai visi yang sama menjadi ibu-ibu yang hebat untuk anak-anaknya.
Dua hari yang lalu, kami membahas tentang tips tinggal dengan mertua karena ada dua anggota grup ini yang saat ini tinggal dengan mertua. Nah berikut resume diskusi kami terkait tips dan trik tinggal bersama mertua.
"Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Allah paling tau, apa yang suka bikin kita ga sabar, apa yang bikin kita ga ikhlas. diujilah kita dg itu
Berikut tips tinggal bersama mertua :
1. Komunikasi dg Suami jika ada perbedaan pengasuhan antara mertua dan qt
2. Konsisten atas kesepakatan pengasuhan anak.
Jika dlm kesepakatan tsb mengarah ke pengasuhan dari mertua (berbeda dg cara pengasuhan qt), doa minta sm Allah, biar Allah yg bimbing, pasrahkan sm Allah krn sebagus dan semodern apapun pola asuh qt ke ank, meski dg berbagai riset terkini, kl dipaksakan dan ada hati ibu yg skt, ridha Allah ilang
3.Membuat area bermain sndr utk ank (misal di kamar) shg anak bebas bermain jika dlm kondisi mertua sukanya rmh rapi, tdk berantakan
4.Jika antara qt dan suami terbiasa sprt partner sdgkn mnrt mertua,Suami itu raja maka qt lakukan sj apa yg jd kesepakatan dg Suami (misal ttp sprt partner), qt cuek saja,lempeng
5.G curhat ke Suami ketika lg kres dg mertua krn dikhawatirkan suami di pihak yg bingung mw bela siapa,,kl pun ingin curhat ke Suami, buat kesepakatan di awal kl "ini hny sekedar cuhat,,Suami ttp hrs netral"
6.Kl lg kesel,inget2 trs bahwa mertua lbh berhak atas suami drpd qt
7.Bljr no reken, ra nggubris segala baper yg ada
8.Mencari kegiatan di luar rmh sm anak utk nenangin otak ketika lg kres sm mertua
9.Stlh terjadi kres sm mertua,bsknya bersikap sprt biasa namun usahakan utk minta maaf
10.Melihat hal positif tinggal bersama mertua
11.Diem apapun komentar mertua atas apa yg qt lakukan, g usah debat, g ada untungnya
12.Belajar jd org yg masabodo
13.Masak meskipun hasilnya krg memuaskan mnrt mertua
14.Belikan sesuatu utk mertua biar kl mertua mangkel terobati dg hadiah dari qt
Kajian ust Syafiq Basalamah dg tema kajian adlh akhlak dlm rmh tangga
Salah satunya memang suami harus pintar2 menjaga perasaan istri n ibu, sebaiknya tdk tinggal dlm 1atap (contoh dr Rasulullah yg tdk tinggal 1 atap dgn Fatimah setelah Fatimah menikah) jika harus dlm 1 atap, usahakan beda Dapur(beda lantai) jika tdk bisa maka ingatkan istri dan ibumu utk terus saling bersabar. Baiknya sering2lah memberi hadiah kpd ibu mertua, memuji dan mengingatkan suami utk mengutamakan hak ibuny
Qt hrs pinter jaga ati,positif thinking,ngalah,bs ngendalikan diri,berlagak cuek
15.Lbh srg diem (cari aman) kl mood lg g enk dprd nyakitin,,jd lah pendengar setia,,kl mood lg enak, sekedar iseng tanya ini itu. Jdkn si kecil sbg pengalih perhatian smbl skl2 diajakin ngobrol ke utinya misal "uti dksh donk" atw "situ mnt tlg ke uti" jd interaksinya g scr lgsg
16.Ada sunnah "ngungkit amalan qt saat berdoa sm Allah" misal doa gn "Ya Allah, q kn udah berusaha sabar,ngalah,ikhlas,mudahkanlah ngedidik anak2ku jd anak sholeh sholehah,itu aja deh tukerannya"
17.Agar batin g tertekan krn ngempet,sll ngalah,baper,dll, carilah pengalihan pikiran dan pengalihan kegiatan
18.Kl mertua lagi manjain suami dg makanan minuman dll..jgn baper..jgn merasa jd istri yg ga berguna, lempeng aja lah. lumayan meringankan tugas
19.Komitmen dg Suami utk bersikap netral
20.Posisikan diri di posisi mertua (sudut pandang coba disamakan)
Sebagaimana meme berikut
Si menantu curhat ama psikolog misalnya ttg dia tertekan dengan mertuanya...betapa dia tersiksa, betapa dia didzalimi oleh mamernya...betapa si menantu inginkan mertuanya segera meninggal saking bencinya
lalu psikolog itu kasih obat dan bilang gini "ini racun untuk mertuamu, tapi kerjanya lambat...dalam prosesnya kamu harus berlaku baik padanya, dengarkan ceritanya, jadilah sahabat baiknya, supaya tidak ketahuan" (tidak untuk dicontoh naudzubillah)
trus mantu yang udah kepalng dipenuhi kebencian ini manut kasih racun itu tiap hari...
dia jadi baik ama mertuanya, banyak melakukan kegiatan bersama, jadi pendengar terbaik mertuanya, berusaha jadi sahabat terbaiknya...
lalu tiba-tiba perasaannya berubah, benci jadi sayang, karna dia bisa lebih mengerti mamernya,
lqlu dia dtg k psikolog itu sambil menangis...dia sadar dia salah..gimana cara menghentikan pengaruh racun itu..ternyata selama ini dia ga mengerti mertuanya yang juga sebenarnya sayng dengannya, masalah sudut pandang...
psikolog itu jawab "tenang aja..itu cuma vitamin c kok"
yang bisa diambil pelajaran dr meme yg rada ekstrim ini adalah masalah sudut pandang. coba posisikan kita sebagai beliau, misal
klo mertua dr kecil.banjir perhatian kasih sayang, tiba tiba semua org di sekliling meninggal..cuma tinggal anak laki dan mantu yang cuek
betapa inginnya diperhatikan, disayangi, dibutuhkan
Dua hari yang lalu, kami membahas tentang tips tinggal dengan mertua karena ada dua anggota grup ini yang saat ini tinggal dengan mertua. Nah berikut resume diskusi kami terkait tips dan trik tinggal bersama mertua.
"Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Allah paling tau, apa yang suka bikin kita ga sabar, apa yang bikin kita ga ikhlas. diujilah kita dg itu
Berikut tips tinggal bersama mertua :
1. Komunikasi dg Suami jika ada perbedaan pengasuhan antara mertua dan qt
2. Konsisten atas kesepakatan pengasuhan anak.
Jika dlm kesepakatan tsb mengarah ke pengasuhan dari mertua (berbeda dg cara pengasuhan qt), doa minta sm Allah, biar Allah yg bimbing, pasrahkan sm Allah krn sebagus dan semodern apapun pola asuh qt ke ank, meski dg berbagai riset terkini, kl dipaksakan dan ada hati ibu yg skt, ridha Allah ilang
3.Membuat area bermain sndr utk ank (misal di kamar) shg anak bebas bermain jika dlm kondisi mertua sukanya rmh rapi, tdk berantakan
4.Jika antara qt dan suami terbiasa sprt partner sdgkn mnrt mertua,Suami itu raja maka qt lakukan sj apa yg jd kesepakatan dg Suami (misal ttp sprt partner), qt cuek saja,lempeng
5.G curhat ke Suami ketika lg kres dg mertua krn dikhawatirkan suami di pihak yg bingung mw bela siapa,,kl pun ingin curhat ke Suami, buat kesepakatan di awal kl "ini hny sekedar cuhat,,Suami ttp hrs netral"
6.Kl lg kesel,inget2 trs bahwa mertua lbh berhak atas suami drpd qt
7.Bljr no reken, ra nggubris segala baper yg ada
8.Mencari kegiatan di luar rmh sm anak utk nenangin otak ketika lg kres sm mertua
9.Stlh terjadi kres sm mertua,bsknya bersikap sprt biasa namun usahakan utk minta maaf
10.Melihat hal positif tinggal bersama mertua
11.Diem apapun komentar mertua atas apa yg qt lakukan, g usah debat, g ada untungnya
12.Belajar jd org yg masabodo
13.Masak meskipun hasilnya krg memuaskan mnrt mertua
14.Belikan sesuatu utk mertua biar kl mertua mangkel terobati dg hadiah dari qt
Kajian ust Syafiq Basalamah dg tema kajian adlh akhlak dlm rmh tangga
Salah satunya memang suami harus pintar2 menjaga perasaan istri n ibu, sebaiknya tdk tinggal dlm 1atap (contoh dr Rasulullah yg tdk tinggal 1 atap dgn Fatimah setelah Fatimah menikah) jika harus dlm 1 atap, usahakan beda Dapur(beda lantai) jika tdk bisa maka ingatkan istri dan ibumu utk terus saling bersabar. Baiknya sering2lah memberi hadiah kpd ibu mertua, memuji dan mengingatkan suami utk mengutamakan hak ibuny
Qt hrs pinter jaga ati,positif thinking,ngalah,bs ngendalikan diri,berlagak cuek
15.Lbh srg diem (cari aman) kl mood lg g enk dprd nyakitin,,jd lah pendengar setia,,kl mood lg enak, sekedar iseng tanya ini itu. Jdkn si kecil sbg pengalih perhatian smbl skl2 diajakin ngobrol ke utinya misal "uti dksh donk" atw "situ mnt tlg ke uti" jd interaksinya g scr lgsg
16.Ada sunnah "ngungkit amalan qt saat berdoa sm Allah" misal doa gn "Ya Allah, q kn udah berusaha sabar,ngalah,ikhlas,mudahkanlah ngedidik anak2ku jd anak sholeh sholehah,itu aja deh tukerannya"
17.Agar batin g tertekan krn ngempet,sll ngalah,baper,dll, carilah pengalihan pikiran dan pengalihan kegiatan
18.Kl mertua lagi manjain suami dg makanan minuman dll..jgn baper..jgn merasa jd istri yg ga berguna, lempeng aja lah. lumayan meringankan tugas
19.Komitmen dg Suami utk bersikap netral
20.Posisikan diri di posisi mertua (sudut pandang coba disamakan)
Sebagaimana meme berikut
Si menantu curhat ama psikolog misalnya ttg dia tertekan dengan mertuanya...betapa dia tersiksa, betapa dia didzalimi oleh mamernya...betapa si menantu inginkan mertuanya segera meninggal saking bencinya
lalu psikolog itu kasih obat dan bilang gini "ini racun untuk mertuamu, tapi kerjanya lambat...dalam prosesnya kamu harus berlaku baik padanya, dengarkan ceritanya, jadilah sahabat baiknya, supaya tidak ketahuan" (tidak untuk dicontoh naudzubillah)
trus mantu yang udah kepalng dipenuhi kebencian ini manut kasih racun itu tiap hari...
dia jadi baik ama mertuanya, banyak melakukan kegiatan bersama, jadi pendengar terbaik mertuanya, berusaha jadi sahabat terbaiknya...
lalu tiba-tiba perasaannya berubah, benci jadi sayang, karna dia bisa lebih mengerti mamernya,
lqlu dia dtg k psikolog itu sambil menangis...dia sadar dia salah..gimana cara menghentikan pengaruh racun itu..ternyata selama ini dia ga mengerti mertuanya yang juga sebenarnya sayng dengannya, masalah sudut pandang...
psikolog itu jawab "tenang aja..itu cuma vitamin c kok"
yang bisa diambil pelajaran dr meme yg rada ekstrim ini adalah masalah sudut pandang. coba posisikan kita sebagai beliau, misal
klo mertua dr kecil.banjir perhatian kasih sayang, tiba tiba semua org di sekliling meninggal..cuma tinggal anak laki dan mantu yang cuek
betapa inginnya diperhatikan, disayangi, dibutuhkan
Our Family Project _ Hari ke 4
Pada hari ke 4 ini tidak ada persiapan spesifik. Hanya melakukan sounding ke anak kami untuk mau berbagi mainan dengan anak bunga. Ekpresi si kecil pun senang karena akan ada teman bermainnya. semoga pada saat bunga belajar mengaji, si kecil mau bermain bersama dengan anak-anak bunga.
#TantanganHariKe4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#TantanganHariKe4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
bunda sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My family my team
Our Family Project _ Hari ke 3
Harusnya laporan ini ditulis kemarin namun kemarin saya lupa menuliskannya disini karena kemarin kami ikutan kegiatan Tim SC.
Pada hari ke3, saatnya kami beres-beres ruang tamu untuk persiapan belajar Ngaji bunga. Saya dan Suami mengangkat sofa dan memindahkannya ke kamar belakang saat anak kami masih terlelap tidur.
Kemudian kasur kami bentangkan di sebelah karpet di ruang tamu sehingga areanya semakin luas dan nyaman untuk bermain para balita.
Suami pun punya ide untuk mendownload video upin dan ipin sebagai alternatif jika para balita lagi bosan bermain.
Dan flashdisk berisi video upin dan ipin pun sudah tertancap manis di tv.
Alhamdulillah selesai sudah beres-beresnya. Semoga para balita bisa diajak kompromi dengan sibuk bermain ketika bunga belajar mengaji.
#TantanganHariKe3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Pada hari ke3, saatnya kami beres-beres ruang tamu untuk persiapan belajar Ngaji bunga. Saya dan Suami mengangkat sofa dan memindahkannya ke kamar belakang saat anak kami masih terlelap tidur.
Kemudian kasur kami bentangkan di sebelah karpet di ruang tamu sehingga areanya semakin luas dan nyaman untuk bermain para balita.
Suami pun punya ide untuk mendownload video upin dan ipin sebagai alternatif jika para balita lagi bosan bermain.
Dan flashdisk berisi video upin dan ipin pun sudah tertancap manis di tv.
Alhamdulillah selesai sudah beres-beresnya. Semoga para balita bisa diajak kompromi dengan sibuk bermain ketika bunga belajar mengaji.
#TantanganHariKe3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
bunda sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My family my team
Kamis, 30 Maret 2017
Our Family Project _ Hari ke2
Kami melakukan diskusi untuk mencari cara mengkondisikan 2 anak balita bunga dan anak kami saat bunga belajar Ngaji. Dan kami pun punya ide yg sama, kursi ruang tamu untuk sementara ditaruh di dalam kamar sehingga ruang tamu terasa lebih luas dan semua mainan anak kami ditaruh di ruang tamu sehingga 2 anak balita bunga dan anak kami bisa sibuk bermain di saat bunga belajar Ngaji.
Oke, masalah ini sudah ada solusinya. Selanjutnya kami lakukan sounding ke anak kami kalau lusa ada teman main ke rumah, "nanti main bareng ya sama temannya. Bunda mau ngajarin tante bunga".
Begitulah kami sounding-sounding setiap saat.
Harapannya anak kami bisa asyik main dengan 2 anak balita bunga.
#TantanganHariKe2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Oke, masalah ini sudah ada solusinya. Selanjutnya kami lakukan sounding ke anak kami kalau lusa ada teman main ke rumah, "nanti main bareng ya sama temannya. Bunda mau ngajarin tante bunga".
Begitulah kami sounding-sounding setiap saat.
Harapannya anak kami bisa asyik main dengan 2 anak balita bunga.
#TantanganHariKe2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Label:
bunda sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
My family my team
Langganan:
Komentar (Atom)
